Beranda Kolom Gen Z, Side Hustle, dan Kecemasan Ekonomi

Gen Z, Side Hustle, dan Kecemasan Ekonomi

Jangan sampai kita terlalu bangga melihat generasi muda mampu memiliki banyak sumber penghasilan, tetapi lupa mengajukan pertanyaan yang lebih penting: mengapa satu pekerjaan semakin sulit memberi mereka rasa aman?

0
Istimewa

Dalam percakapan dengan mahasiswa dan ketika bertemu kembali dengan alumni yang telah memasuki dunia kerja, kegelisahan tentang masa depan semakin sering muncul bersama pertanyaan tentang pekerjaan. Pertanyaannya bukan hanya pekerjaan apa yang sesuai dengan minat dan kemampuan. Pertanyaan berikutnya adalah apakah pekerjaan itu cukup stabil untuk menopang kehidupan dan memungkinkan seseorang merencanakan masa depan. Kegelisahan tersebut menunjukkan bahwa generasi muda tidak hanya sedang belajar mencari pekerjaan. Mereka sedang belajar menghadapi risiko.

Dalam konteks ini, ketangguhan finansial membutuhkan lebih dari kemampuan menghasilkan uang. Ia membutuhkan kemampuan mengelola risiko dan memiliki perlindungan ketika sesuatu yang tidak direncanakan terjadi. Data yang menjadi dasar pemberitaan tersebut menunjukkan bahwa hanya 11,8 persen Generasi Z yang menyatakan sepenuhnya tidak percaya terhadap asuransi. Angka tersebut memperlihatkan adanya keterbukaan terhadap gagasan perlindungan finansial. Namun, keterbukaan tidak otomatis berarti pemahaman atau kemampuan untuk memilih perlindungan yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi ekonomi.

Tantangan literasi finansial karena itu bukan sekadar mengenalkan semakin banyak produk keuangan. Tantangan yang lebih penting adalah membangun kemampuan mengambil keputusan. Apakah produk ini benar-benar saya butuhkan? Apakah risikonya saya pahami? Apakah keputusan ini sesuai dengan kondisi dan kemampuan ekonomi saya?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here