Beranda Kolom Gen Z, Side Hustle, dan Kecemasan Ekonomi

Gen Z, Side Hustle, dan Kecemasan Ekonomi

Jangan sampai kita terlalu bangga melihat generasi muda mampu memiliki banyak sumber penghasilan, tetapi lupa mengajukan pertanyaan yang lebih penting: mengapa satu pekerjaan semakin sulit memberi mereka rasa aman?

0
Istimewa

Pertanyaan itu penting, tetapi tidak selalu cukup. Seseorang dapat hidup hemat, disiplin mencatat pengeluaran, dan memahami investasi, tetapi tetap rentan karena pendapatannya terlalu kecil atau tidak pasti. Dalam situasi seperti itu, persoalannya bukan semata-mata bagaimana uang dikelola, melainkan bagaimana seseorang dapat memperoleh penghasilan yang cukup dan berkelanjutan. Realitas dunia kerja yang semakin beragam membuat persoalan ini semakin relevan. Ada generasi muda yang bekerja dengan sistem kontrak, berbasis proyek, pekerjaan lepas, atau bergantung pada platform digital. Fleksibilitas memang membuka peluang, tetapi tidak selalu disertai kepastian pendapatan dan perlindungan jangka panjang.

Karena itu, kita tidak boleh menjadikan literasi finansial sebagai alasan untuk memindahkan seluruh tanggung jawab ekonomi kepada individu. Mengajari anak muda mengatur uang memang penting. Namun, kemampuan tersebut harus berjalan bersama dengan tersedianya pekerjaan yang layak, pendapatan yang memadai, dan perlindungan bagi mereka yang hidup dalam pola kerja baru. Literasi adalah modal, tetapi modal saja tidak cukup jika struktur ekonomi tidak memberikan ruang bagi modal itu untuk bekerja.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here