Menurut Guinness World Records, rekor jumlah anak terbanyak yang lahir dari kembar siam yang tidak terpisahkan adalah milik Chang dan Eng Bunker.
Keluarga besar ini awalnya tinggal bersama. Namun, setelah beberapa tahun, istri-istri mereka berselisih sehingga mereka memutuskan untuk tinggal di rumah terpisah. Chang dan Eng kemudian bergantian tinggal selama tiga hari di rumah masing-masing.
Setelah Perang Saudara Amerika, kondisi ekonomi keluarga mereka memburuk. Mereka kehilangan banyak uang dan terpaksa kembali ke dunia pertunjukan, meskipun tidak lagi sesukses dulu.
Frustrasi melanda, Chang beralih ke alkohol sementara Eng gemar bermain poker.
Pada Januari 1874, Chang yang telah lama menderita stroke dan bronkitis, meninggal dunia dalam tidurnya.
Eng, yang terbangun dan mendapati saudaranya telah tiada, hanya sempat berkata, "Kalau begitu, aku juga akan pergi." Sekitar tiga jam kemudian, Eng menyusul saudara kembarnya.
Otopsi yang dilakukan setelah kematian mereka mengonfirmasi bahwa hati mereka memang menyatu.
Hati mereka yang menyatu kini diawetkan dan dipajang di Museum Mütter di Philadelphia, Pennsylvania, sebagai salah satu koleksi medis bersejarah . Barang-barang pribadi mereka juga disimpan di Perpustakaan Universitas North Carolina di Chapel Hill.