CARAPANDANG - Ketika hari ini orang yang memilki kelebihan berat badan atau akrab disebut obesitas sering mendapatkan ejekan atau bullying, ternyata nasib mereka pada 250 tahun yang lalu sangatlah menyenangkan. Orang dengan obesitas, menjadi penanda kekuasaan dan kekayaan berada di pihaknya. Bahkan, mereka memiliki sebuah klub khusus yang isinya orang-orang gemuk.
Fenomena klub pria gemuk bermula di Kota New York pada tahun 1869, ketika The Fat Men's Association of New York City pertama kali mengadakan pertemuan . Anggotanya terdiri dari para pejabat kota, pengacara, kontraktor, serta sersan dan kapten Kepolisian New York.
Pada masa itu, kelebihan berat badan dipandang sebagai indikator utama kesejahteraan ekonomi. Sejarawan Daryl Leeworthy dari Swansea University menjelaskan bahwa bagi masyarakat abad ke-19, semakin miskin seseorang, semakin sedikit makanan yang mereka miliki, dan semakin kurus tubuh mereka.
"Kekuasaan, uang, dan status adalah fitur yang menarik," ujarnya.
"Jika tubuh seseorang adalah kuilnya, maka berbentuk seperti katedral memberi tahu orang lain bahwa Anda adalah seseorang yang penting," tambahnya.
Klub-klub ini dengan cepat menjamur di seluruh Amerika Serikat, terutama di negara bagian Texas, serta merambah hingga Prancis, Serbia, dan Inggris.