Beranda Sejarah Sejarah Klub Pria Gemuk 1986, Masa Jaya Orang Gemuk Yang Bahagia

Sejarah Klub Pria Gemuk 1986, Masa Jaya Orang Gemuk Yang Bahagia

Pada masa itu, kelebihan berat badan dipandang sebagai indikator utama kesejahteraan ekonomi.

0
The Fat Man's

Memasuki awal abad ke-20, popularitas klub pria gemuk mulai meredup. Sekitar tahun 1910-an, para dokter dan aktuaris asuransi mulai mengkampanyekan hubungan antara obesitas dengan kesehatan dan harapan hidup yang buruk.

Revolusi industri juga mengubah lanskap ekonomi. Semakin banyak orang memiliki pekerjaan dengan aktivitas fisik minim, dan pasokan makanan menjadi lebih terjamin. Akibatnya, tubuh gemuk tidak lagi menjadi monopoli orang kaya.

Media massa pun turut mengubah narasi. Surat kabar yang dulu gemar meliput pesta-pesta klub gemuk, kini mulai mengkritiknya sebagai bentuk konsumsi berlebihan yang menggelikan.

Faktor lain yang turut berkontribusi adalah maraknya timbangan kamar mandi.

Aktivitas menimbang berat badan yang tadinya merupakan tontonan publik, berubah menjadi kegiatan pribadi yang dilakukan di rumah.

Akibatnya, keanggotaan klub-klub ini menyusut drastis. Puncaknya terjadi pada tahun 1924, ketika The New England Fat Men's Club menggelar pertemuan terakhirnya. Dari 10.000 anggota yang pernah tercatat, hanya 38 orang yang hadir, dan tidak satu pun yang memenuhi syarat berat badan minimal.

Klub tersebut pun resmi bubar, mengakhiri era di mana tubuh gemuk dirayakan sebagai simbol status dan kesuksesan di Amerika Serikat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here