Ramdan mengatakan situasi seperti ini tidak hanya dialami oleh Indonesia. Menurutnya, mayoritas negara lain juga merasakan yang sama akibat penguatan Dolar AS dan meningkatnya ketidakpastian global.
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan pelemahan rupiah dipicu oleh pembicaraan antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran yang menemui jalan buntu.
Nilai tukar rupiah pada Kamis pagi melemah 108 poin atau 0,63 persen menjadi Rp17.289 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp17.181 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali berakhir melemah tajam pada perdagangan Senin (6/4/2026), ditutup di level Rp 17.035 per dolar AS.