Sejumlah kendaraan milik Komite Palang Merah Internasional (International Committee of the Red Cross/ICRC) terlihat dalam perjalanan menuju lokasi penyerahan warga Israel yang disandera Hamas di Gaza, di sebelah selatan Deir al-Balah, Jalur Gaza tengah, pada 13 Oktober 2025. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Mesir meminta penempatan pasukan stabilisasi internasional “secepatnya” di sepanjang apa yang disebut sebagai “garis kuning” di Jalur Gaza untuk memverifikasi kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas.
Foto yang diabadikan menggunakan ponsel ini menunjukkan bagian dalam sebuah rumah yang hancur pascaserangan udara Israel di Beit Jinn, Suriah, pada 28 November 2025. (Xinhua/Str)
Dewan Keamanan (DK) PBB membahas pembentukan Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilisation Force-ISF) Senin (17/11/2025), di New York.
Meski di tengah gencatan senjata, pasukan Zionis Israel tetap melancarkan serangan udara terhadap sebuah kendaraan sipil di dekat Gaza City sehingga menewaskan belasan warga sipil dari satu keluarga.
Israel mulai menarik pasukannya secara bertahap dari Jalur Gaza, Palestina, pada Jumat dan akan mundur sepenuhnya dalam 24 jam ke lokasi yang telah disepakati, menurut media setempat.
Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Kamis mengatakan bahwa Prancis siap berperan dalam memastikan stabilitas di Jalur Gaza dengan mengerahkan pasukan Prancis sebagai bagian dari pasukan internasional.
Israel harus menghormati gencatan senjata dengan Lebanon dan menarik pasukan Israel dari posisi wilayah yang dikuasainya di Lebanon, kata Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, Selasa (16/9).