Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang mengatakan kantin sekolah dapat menjadi salah satu alternatif dapur untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari upaya efisiensi pelaksanaan program
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan pihaknya sedang melakukan penyelidikan dugaan korupsi terkait Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan Badan Gizi Nasional (BGN)
Presiden Prabowo Subianto melantik Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) serta Agustina Arumsari dan Mayor Jenderal TNI (Purn) Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN, dalam upacara pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Senin
Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung Syarief Sulaeman Nahdi mengonfirmasi bahwa tim penyidik terus melakukan penggeledahan di beberapa tempat secara maraton.
DPR akan memanfaatkan berbagai instrumen pengawasan, termasuk menelaah hasil audit dan temuan lembaga pemeriksa negara yang berkaitan dengan pengelolaan program maupun anggaran BGN.
Presiden Prabowo Subianto memanggil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Muhammad Yusuf Ateh dan Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana setelah mengetahui adanya indikasi penyelewengan di Badan Gizi Nasional (BGN)
Selama ini program MBG yang sudah berjalan tidak pernah sepi dari kritik yang sangat tajam. Bahkan hampir tiap hari kritik keras terhadap program ini berseliweran di media sosial.
Pergantian Dadang Hindayana dengan Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN adalah hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto untuk mengevaluasi para pembantunya.
Keputusan pergantian pimpinan BGN yang diumumkan pada Selasa (2/6/2026) itu, menurut Dudung, bukanlah langkah mendadak, melainkan melalui proses evaluasi yang panjang dan matang.
Penggeledahan yang berlangsung ketat ini terjadi tepat sehari setelah Presiden Prabowo Subianto mencopot Kepala BGN Dadan Hindayana beserta dua wakilnya.
Penggeledahan yang dilakukan Kejaksaan Agung (Kejagung) di kantor Badan Gizi Nasional (BGN), Kebon Sirih, Jakarta Pusat pada Rabu (3/6/2026) berlangsung dengan pengamanan ketat aparat gabungan TNI dan Polri.
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni menilai penggeledahan Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) oleh Kejaksaan Agung menjadi bukti bahwa Presiden Prabowo Subianto serius dalam upaya pemberantasan korupsi