Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan bahwa sedikitnya 56 orang tewas dan 103 lainnya luka-luka akibat serangan Israel di berbagai wilayah Lebanon dalam 24 jam terakhir hingga Rabu (27/5/2026).
Berdasarkan data otoritas kesehatan Gaza, setidaknya sembilan warga Palestina tewas dan puluhan lainnya luka-luka dalam serangkaian serangan yang menghantam Kota Gaza, Khan Younis, serta kamp pengungsi Maghazi.
Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan serangan ini dilakukan sebagai tindakan pembelaan diri untuk melindungi personel dan aset militer AS di kawasan tersebut .
Berdasarkan laporan otoritas Ukraina, serangan yang berlangsung berjam-jam tersebut menewaskan sedikitnya empat orang, dengan dua korban jiwa di Kyiv dan dua lainnya di wilayah sekitar ibu kota.
Rusia mendesak Sekretariat Badan Energi Atom Internasional (IAEA) secara terbuka menyebut pihak yang bertanggung jawab atas serangan terhadap Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporizhzhia dan Kota Energodar.
Penelitian terbaru mengungkap serangan jantung dapat memicu pelepasan zat beracun dalam tubuh yang berpotensi merusak fungsi otak dan meningkatkan risiko gangguan mental hingga penurunan kognitif
Foto yang diabadikan pada 16 Mei 2026 ini menunjukkan bangunan-bangunan yang hancur akibat serangan udara Israel di Tyre, Lebanon. (Carapandang/Xinhua/Ali Hashisho)
Sebuah konvoi militer Israel bermanuver di Lebanon selatan seperti yang terlihat dari Israel utara pada 26 April 2026. (Carapandang/Xinhua/Gil Cohen Magen)
Hizbullah mengatakan pada Senin bahwa mereka telah melancarkan 24 serangan yang menargetkan posisi, pasukan, dan kendaraan militer tentara Israel di Lebanon selatan dalam 24 jam terakhir.
Indonesia dan negara lainnya mengecam sekeras-kerasnya serangan Israel terhadap Flotilla Sumud Global pada 30 April 2026, sebuah inisiatif kemanusiaan sipil damai yang bertujuan menarik perhatian masyarakat internasional terhadap bencana kemanusiaan di Gaza.
Komando Pusat AS (CENTCOM) mengerahkan lebih dari 100 pesawat tempur, kapal perusak berpemandu rudal, platform tanpa awak, serta sekitar 15.000 personel untuk mendukung misi yang dipimpin Presiden Donald Trump ini.
Praka Rico (31) mengalami luka kritis akibat ledakan proyektil yang menghantam markasnya di Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan, pada malam tanggal 29 Maret 2026.