Orang-orang berkumpul untuk memberi penghormatan kepada mendiang pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, di Baghdad, Irak, pada 10 April 2026. (Carapandang/Xinhua/Khalil Dawood)
Sejumlah orang terlihat di sebuah jalan yang dipenuhi bangunan-bangunan yang hancur di Gaza City pada 19 Oktober 2025. (Carapandang/Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berbicara dalam sebuah konferensi pers di Gedung Putih di Washington DC, AS, pada 6 April 2026. (Carapandang/Xinhua/Li Yuanqing)
Para pengikut Houthi Yaman meneriakkan slogan-slogan dalam aksi unjuk rasa untuk merayakan gencatan senjata yang dimediasi oleh PBB di Hodeidah, di Sanaa, Yaman, pada 19 Desember 2018. (Carapandang/Xinhua/Mohammed Mohammed)
Warga Palestina memeriksa kerusakan pascaserangan udara Israel di wilayah Sabra, selatan Gaza City, pada 12 Juli 2026. (Carapandang/Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump masih dapat mengeluarkan perintah untuk melakukan serangan terhadap Iran, dengan situasi di kawasan yang tetap bergejolak di tengah jeda dalam kampanye pengeboman.
Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi pada Sabtu (25/7) telah mendesak Uni Eropa (EU) untuk melakukan tindakan tegas kepada Ukraina yang telah menyerang kapal komersil Iran di Laut Kaspia.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menyatakan pasukannya telah melancarkan serangan balasan baru terhadap sejumlah pangkalan militer dan aset Amerika Serikat (AS) di Kuwait, Bahrain, dan Yordania.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan pihaknya telah menyerang pusat data milik raksasa perdagangan AS, Amazon, di Bahrain sebagai tanggapan atas serangan Amerika Serikat terhadap lokasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Darkhovin.
Pemerintah Iran mengancam akan melancarkan "langkah yang tepat" untuk merespons serangan Amerika Serikat terhadap sebuah pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) yang masih dibangun di Provinsi Khuzestan.