Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengatakan bahwa penggunaan jet pribadi oleh putra Presiden Ketujuh Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi), Kaesang Pengarep, bukan sebuah gratifikasi.
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep meminta kadernya untuk memenangkan calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta nomor urut 1, Ridwan Kamil-Suswono.
Sikap Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan para pejabatnya terbelah mengenai langkah selanjutnya dalam penanganan kasus dugaan gratifikasi penggunaan jet pribadi yang melibatkan putra Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kaesang Pangarep.
Foto putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi) sekaligus Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep menjadi sorotan publik dan viral di media sosial saat mengenakan rompi hitam bertuliskan "Putra Mulyono".
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengumumkan bahwa tiket jet pribadi Kaesang Pangarep, putra Presiden Joko Widodo, ke Amerika Serikat yang bernilai Rp90 juta merupakan taksiran pribadi.
Ketua Umum DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Riyan Betra Delza meminta kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk serius menanggapi klarifikasi Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep soal penggunaan jet pribadi
Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) disebut segera menggelar rapat untuk memutuskan penanganan dugaan gratifikasi putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kaesang Pangarep.
Penegasan ini disampaikan Presiden menanggapi putra bungsunya, Kaesang Pangarep memberikan klarifikasi pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa, kemarin.
Kaesang Pangarep sempat dianggap "hilang" oleh warganet di media sosial. Namun, pada Rabu, 4 September 2024, putra bungsu Presiden Jokowi tersebut akhirnya muncul kembali.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang menyiapkan surat undangan klarifikasi untuk Kaesang Pangarep guna mengklarifikasi dugaan gratifikasi yang menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Dua laporan pengaduan masyarakat diketahui masuk ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dengan dugaan gratifikasi putra Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kaesang Pangarep.